Pengertian
Stratifikasi Sosial
Dalam masyarakat manusia dikelompokan
berdasarkan tingkatan tertentu seperti kekayaan, pendidikan atau umur. Golongan
tersebut menunjukkan bahwa di dalam masyarakat ini terdapat tingkatan-tingkatan
yang membedakan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya.Pengelompokan
masyarakat berdasarkan tingkatan tersebut disebut dengan stratifikasi sosial. Stratifikasi
sosial dapat diartikan sebagai pembedaan atau pengelompokkan masyarakat ke
dalam kelas atau lapisan secara vertikal.
Berikut ini, beberapa pengertian stratifikasi
sosial menurut beberapa ahli:
·
Max Webber : Stratifikasi sosial
adalah penggolongan individu atau kelompok yang termasuk dalam suatu sistem
sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hierarkis menurut dimensi kekuasaan,
previllege dan prestise.
·
Paul B.Horton dan Chester : Stratifikasi
sosial adalah sistem perbedaan status yang berlaku dalam suatu masyarakat
·
Pitirim A. Sorokin : Stratifikasi
sosial adalah ciri yang tetap dan umum dalam setiap masyarakat teratur.
·
Soerjono Soekanto : Stratifikasi
sosial adalah pembedaan individu atau kelompok dalam kedudukan yang
berbeda-beda secara bertingkat.
Faktor Penyebab
Terbentuknya Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial dapat muncul karena :
- Perbedaan ras dan budaya.
- Keahlian.
- Kelangkaan.
- Kekayaan.
- Kekuasaan.
Sedangkan menurut Koentjaraningrat, ada tujuh
hal faktor penyebab terbentuknya stratifikasi sosial yaitu:
- Kekuasaan dan pengaruhnya.
- Tingkat umur yang berbeda.
- Sifat keaslian.
- Pangkat dan jabatan.
- Keanggotaan kaum kerabat kepala
masyarakat.
- Kekayaan harta benda.
- Kualitas dan kepandaian.
Sedangkan menurut Max Weber
, Stratifikasi sosial
ditandai dengan hal sebagai berikut:
- Kekuasaan yang dimiliki.
- Persamaan dalam hal peluang untuk
hidup atau nasib.
- Kehormatan.
Sifat-Sifat
Stratifikasi Sosial
Stratifikasi Sosial Tertutup
Sistem stratifikasi sosial ini
membatasi atau tidak memberi kemungkinan untuk berpindah dari satu lapisan ke
lapisan yang lain. Mobilitas yang ada hanya pada mobilitas horizontal saja. Sistem
seperti ini umumnya terjadi pada Masyarakat yang menganut sistem kasta,
Rasialisme, dan Feodalisme.
Stratifikasi Sosial terbuka
Pada sistem stratifikasi sosial
ini, Setiap anggota masyarakat mempunyai kemungkinan untuk pindah ke lapisan
sosial yang lainnya sesuai dengan kemampuan, kecakapan, perjuangan, atau usaha
lainnya, atau mereka yang tidak beruntung akan jatuh ke lapisan yang lebih
bawah